..
Dikonfirmasi Dugaan Murk Up, Kabiro Kessos Jatim Diduga Lari Sembunyi

Dikonfirmasi Dugaan Murk Up, Kabiro Kessos Jatim Diduga Lari Sembunyi

Surabaya,Rakyat-Demokrasi.Org Ketika seseorang telah mendapat amanah sebagai pejabat apalagi sebagai kepala atau pucuk pimpinan suatu instansi/biro yang digaji oleh uang rakyat.

Maka dirinya berkewajiban menjaga amanah serta uang rakyat yang setiap waktu diminta pertanggung jawabannya, bukan malah berlari atau sembunyi ketika dikonfirmasi oleh media selaku control sosial masyarakat atas dugaan murk up pengadaan barang dan jasa yang jelas jelas bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu, sepertinya tak berlaku bagi Hudiyono selaku Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial (Kabiro Kessos) Provinsi Jawa Timur saat ini. Pria yang sempat menjadi Pj Bupati Sidoarjo selama satu bulan itu padahal sempat mendapatkan apresiasi dari beberapa kalangan, namun hal itu seolah luntur ketika ditemukannya dugaan murk up anggaran dalam pengadaan pin di saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 Tahun untuk pembelanjaan 2000 buah yang diketahui nilai pembelanjaan sebesar Rp.60juta.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pihak media ini telah mengirimkan surat konfirmasi secara resmi terkait hal tersebut, namun hingga saat ini pun tidak ada klarifikasi yang jelas dari Hudiyono, malahan terkesan lari dari apa yang telah menjadi konfirmasi atas dugaan murk up tersebut. Hal itu sesuai dengan pemberitaan sebelumnya, menurut Achmad Anugrah selaku pemimpin redaksi Media cetak dan online Rakyat Demokrasi, bahwa hal tersebut telah disampaikannya melalui nomor whatsaapnya, namun kini dirinya menduga bahwa nomornya sudah tak aktif.

"Saya menduga bahwa nomor whastaap saya telah diblokir sama yang bersangkutan (Hudiyono)," ujar yang akrab dipanggil Achmad Garad saat dikantor cabangnya.

Masih Achmad Garad, "sebelumnya dia sempat menjanjikan untuk ketemu, tapi gak jadi, dan terakhir sempat memberikan nomor kontak yang dikatakannya sebagai Kabag ber inisial M, karena menurutnya (Hudiyono) M ini yang dianggap bertanggung jawab atas persoalan yang saya konfirmasikan," Ungkapnya.

Lebih lanjut Garad, "setelah dia ngirim nomor yang katanya sebagai Kabag, foto di akun WA nya sudah tidak ada, dan saya wa lagi centang satu, dan yang lebih aneh lagi, nomor yang dikasih saat saya konfirmasi malah mengaku salah orang dan tidak tau menahu, apa ini yang dikatakan sebagai pejabat publik penjaga uang rakyat?," Beber Achmad.

Diberitakan sebelumnya, nomor yang telah dikirim oleh Hudiyono karena dianggap sebagai Kabag ber inisial "M" namun yang bersangkutan mengaku salah orang," Nama saya bukan M dan saya gak ada urusan dengan hal di surat ini. Gak paham sama skali.Anda salah orang.Mkasih," ujar oknum yang mempunyai nomor wa yang dikasih oleh Hudiyono.

Saat dikirimi schrenshort bahwa nomor tersebut dikirim oleh Hudiyono, dirinya langsung jawab, "salah orang itu." Ujarnya. Dan saat dikirimi pemberitaan terkait hal itu, oknum pemilik WA ini merasa tidak mau dirinya dipublikasikan," Wah kok kenapa saya dibawa2 ke berita ya. Sy tdk bersedia dikutip,"ujarnya.

Namun kami dari media yang mendapatkan nomor dari Hudiyono, tetap mempersilahkan kepada yang bersangkutan supaya konfirmasi kepada Hudiyono yang telah memberikan nomornya kepada awak media, namun hingga berita ini diturunkan belum adanya informasi lanjutan atas kesalahan nomor atau orang tersebut.(bersambung)


Sebelumnya Pembangunan Pamsimas Desa Sungai Pandan Tebo, Diduga Tak Berfungsi
Selanjutnya Reses Ir Mesran MM DPRD Jambi, Janji Tingkatkan Pemberian Ternak