..
4 Pemain Intinya Ditarik Timnas Indonesia, Aji Sesalkan Ini...

4 Pemain Intinya Ditarik Timnas Indonesia, Aji Sesalkan Ini...

Surabaya,Rakyat-Demokrasi.Org Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso merasa kecewa dengan sikap PSSI dan PT LIB ketika mengetahui Johan Ahmad Farizi atau Alfarizi tak jadi membela Timnas Indonesia dan bisa bermain untuk klub Arema FC.

Kekecewaan itu tak lepas dari kondisi tim Persebaya yang harus ditinggal 4 pemain sekaligus yang bergabung ke Timnas di saat menjalani laga lanjutan kompetisi Liga 1 2021. Persebaya Surabaya dan Arema FC mendapatkan hasil yang kontras di laga Pekan ke 6 Liga 1 2021 di mana di waktu yang sama rombongan Timnas Indonesia berangkat ke Thailand.

Arema FC bisa memenangkan pertandingan dengan keunggulan skor telak 3-0 atas Persela Lamongan dengan 2 pemain intinya absen karena bergabung ke Timnas. Sebaliknya, Persebaya menelan kekalahan 2-3 dari PSIS Semarang dengan 4 pemainnya absen karena bergabung dengan Timnas Indonesia.

Aji Santoso mempertanyakan kembali aturan dan dukungan PSSI dan PT LIB bagi klub yang pemainnya direkrut untuk Timnas Indonesia. Pelatih asal Malang itu meminta ada penjelasan dari PSSI dan PT LIB terkait batalnya Alfarizi membela Timnas Indonesia dan justru bisa bertanding membela klubnya, Arema FC.

"Kami meminta penundaan tidak bisa. Tapi di sisi lain, ada kejadian seperti itu (pemain Timnas akhirnya bisa membela klub di kompetisi). Bagaimana ini bisa dijelaskan?” ujar Aji Santoso.

Persebaya Surabaya sebelumnya telah berkirim surat untuk meminta penjadwalan ulang laga terakhirnya di Seri 1 Liga 1 2021 karena harus kehilangan 4 pemain yangdipanggil timnas Indonesia.

Tapi permintaan Persebaya itu tidak dipenuhi sehingga tim Persebaya tetap bertanding sesuai jadwal semula. Persebayapun harus menelan kekalahan 2-3 dari PSIS Semarang di laga Pekan ke 6. Di sisi lain, di hari yang sama kapten Arema FC Alfarizi tiba-tiba tidak berangkat bersama timnas ke Thailand meski ia juga mendapat panggilan. Dikabarkan Alfarizi tidak bergabung dengan Timnas karena sakit flu.

Tapi info itu dipertanyakan karena sang pemain bisa turun saat Arema bertanding melawan Persela. PSSI dan PT LIB yang sebelumnya berjanji akan mendukung klub yang kehilangan pemainnya untuk kepentingan Timnas tidak berlaku di Persebaya. Hal itu membuat Aji Santoso kecewa dan mempertimbangkan untuk mempertahankan pemainnya.

"Kami pertimbangkan untuk menahan pemain ke timnas. Kemarin, ada beberapa klub yang lakukan begitu juga gak apa-apa. Kalau mereka bisa dan boleh, kenapa kami tidak?” terang Aji Santoso, Rabu (6/10/2021).

Saat ini, ada empat pemain Persebaya yang bergabung di tim nasional. Yakni Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, Rizky Ridho dan Ernando Ari Sutaryadi. Keempat pemain ini masuk dalam 29 pemain timnas yang dibawa pelatih Shin Tae-yong ke Thailand.

Di sana, Timnas akan menjalani pertandingan play off Piala Asia melawan Taiwan pada 7 dan 11 Oktober. Selepas itu, Timnas masih akan melanjutkan pemusatan latihan di Tajikistan pada 13-31 Oktober. TC di negara pecahan Uni Sovyet ini, dilakukan untuk persiapan pertandingan kualifikasi Piala Asia U-23 tahun 2022 di Uzbekistan.

Dua pemain sudah mendapat panggilan resmi, yakni Rachmat Irianto dan Ernando Ari Sutaryadi. Besar kemungkinan, Rizky Ridho juga akan dipanggil serta. Ketiga pemain ini yang akan ditahan Persebaya.

“Nanti kami minta balik dulu. Kami juga membutuhkan tenaga mereka di kompetisi,” tegas pelatih asal Kabupaten Malang itu.

Aji menepis langkah ini dibilang tidak nasionalis. Menurutnya, langkah ini terpaksa dilakukan, setelah melihat kejadian yang ada dan tak ada tindakan apapun dari PSSI maupun LIB. Pemain masih tetap bisa tampil di kompetisi.

“Kalau sama-sama seperti itu, kenapa kami tidak?" tanya Aji Santoso.

Mantan pelatih Arema FC itu menyatakan akan tetap menahan para pemainnya ke timnas sampai PSSI dan PT LIB bisa memberikan aturan main yang jelas dan tegas. Termasuk memberi jalan keluar, bagaimana kepentingan klub juga terlindungi dengan adanya agenda timnas.

“Ini kan sebetulnya persoalan sederhana. Bagaimana ada sinkronisasi jadwal antara timnas dan kompetisi. Bukan seperti ini. Dua-duanya jalan. Klub yang dirugikan. Sudah begitu, ada perlakuan yang mencederai sportifitas,” pungkasnya.(AG)

Sumber : Surya


Sebelumnya Survei Puspoll Indonesia: 80% Responden Nyatakan Mudah Membuat KTP-el
Selanjutnya Punya Ipeda, GS Dan Ada SK BPN Dianggap Bangli Oleh Pemkab Sidoarjo