Malam Nisfu Syaban, Turunnya Allah SWT Ke Bumi Untuk Memberikan Pengampunan Dan Mengabulkan Doa Umatnya

Rakyatdemokrasi.org- Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa dalam kalender Hijriah yang dinantikan oleh banyak umat Islam.

Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, salah satunya melalui pelaksanaan sholat sunnah Nisfu Syaban.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib yang disadur dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah.

"Ini malam Nisfu Syaban, maka hidupkanlah dengan sholat dan puasalah pada siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Dia berkata 'Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rezeki akan Aku beri, Orang yang mendapatkan cobaan akan Aku bebaskan, hingga fajar menyingsing." (HR Ibnu Majah).

Lantas, bagaimana tata cara sholat Nisfu Syaban?

Berikut detikSulsel menyajikan informasinya lengkap dengan bacaan niat hingga hukumnya. Yuk, simak selengkapnya!

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban
Sholat Nisfu Syaban dikerjakan sebanyak 2 hingga 100 rakaat. Pada jumlah 100 rakaat tidak dikerjakan sekaligus melainkan sebanyak dua rakaat dalam satu kali salam.

Artinya, sholat Nisfu Syaban dikerjakan sebanyak 100 rakaat dengan 50 kali salam. Berikut tata cara sholat Nisfu Syaban yang dapat diamalkan sesuai dengan kemampuan masing-masing orang:

Sholat Sunnah Nisfu Syaban 100 Rakaat
1. Membaca niat

2.Takbiratul ihram

3. Membaca Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۝١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ۝٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ۝٤
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ۝٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ۝٧

Arab Latin: (1) Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. (2) Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamin. (3) Ar-rahmaanir-rahiim. (4) Maaliki yaumid-diin. (5) Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. (6) Ihdinash-shiraathal-mustaqiim. (7) Shiraathalladziina an'amta 'alaihim ghairil-maghdluubi 'alaihim wa ladl-dlaalliin.

Artinya: (1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (3) Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, (4) Pemilik hari Pembalasan. (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. (6) Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

4. Setelah itu membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 10 kali

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ۝٤

Arab Latin: (1) Qul huwallaahu ahad. (2) Allaahush-shamad. (3) Lam yalid wa lam yuulad. (4) Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad.

Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. (2) Allah tempat meminta segala sesuatu. (3) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, (4) serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

5. Rukuk

6.Membaca doa i'tidal

7. Sujud

8.Duduk di antara dua sujud

9.Sujud kedua

10. Kembali berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua

11. Membaca surah yang sama yaitu Al-Fatihah

12. Kemudian membaca Al-Ikhlas sebanyak 10 kali

13. Mengulang aktivitas rukuk hingga sujud kedua

14. Tahiyat akhir

16. Salam

Hal ini juga berlaku pada rakaat-rakaat berikutnya, surat yang dibaca sama hingga 100 rakaat atau 50 kali salam.

Sholat Sunnah Nisfu Syaban 2 Rakaat
Bagi yang tidak mampu mengerjakan 100 rakaat tersebut, dapat mengerjakan hanya dengan dua rakaat. Perbedaannya hanya berada pada bacaan yang dibaca setelah Surah Al-Fatihah di rakaat pertama dan kedua.

Agar lebih jelas, berikut tata caranya:

1. Membaca niat

2. Takbiratul ihram

3. Membaca Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۝١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ۝٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ۝٤
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ۝٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ۝٧

Arab Latin: (1) Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. (2) Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamin. (3) Ar-rahmaanir-rahiim. (4) Maaliki yaumid-diin. (5) Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. (6) Ihdinash-shiraathal-mustaqiim. (7) Shiraathalladziina an'amta 'alaihim ghairil-maghdluubi 'alaihim wa ladl-dlaalliin.

Artinya: (1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (3) Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, (4) Pemilik hari Pembalasan. (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. (6) Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

Dilanjutkan dengan membaca surah Al-Kafirun

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ١ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ٢ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ٣ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ٤ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ٥ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ٦

Arab Latin: Qul ya ayyuhal kafirun (1) La a'budu ma ta'budun (2) Wala antum 'abiduna ma a'bud (3) Wala ana 'abidum ma abattum (4) Wala antum 'abiduna ma a'bud (5)
Lakum dinukum waliyadin (6)

Artinya: (1) Katakanlah: "Wahai orang-orang yang kafir! (2) Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah, (3) dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, (4) dan aku tidak akan menjadi penyembah apa yang kalian sembah, (5) dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, (6) untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

4. Rukuk

5. Membaca doa i'tidal

6. Sujud

7. Duduk di antara dua sujud

8. Sujud kedua

9. Kembali berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua

10. Membaca surah yang sama yaitu Al-Fatihah

11. Setelah itu membaca surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ۝٤

Arab Latin: (1) Qul huwallaahu ahad. (2) Allaahush-shamad. (3) Lam yalid wa lam yuulad. (4) Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad.

Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. (2) Allah tempat meminta segala sesuatu. (3) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, (4) serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

12. Mengulang aktivitas rukuk hingga sujud kedua

13. Tahiyat akhir

14. Salam

Bacaan Niat Sholat Nisfu Syaban
Niat sholat Nisfu Syaban terdapat beberapa versi. Berikut ini bacaan niatnya masing-masing:

Bacaan Niat Sholat Nisfu Syaban 1

أُصَلَّى سُنَّةً لِإِحْيَاءِ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ.

Arab Latin: Ushallî sunnatan li-ihyaʻi lailati nishfi sya'bâna rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi taâlâ. Allâhu Akbar...

Artinya: Saya niat salat sunah Nishfu Sya'ban dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala." Allâhu Akbar...

Bacaan Niat Sholat Nisfu Syaban 2

Bisa juga niatnya seperti berikut:

أُصَلِّي لَيْلَةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ.

Arab Latin: Ushallî lailata nishfi sya'bâna rak'ataini mustaqbilal qiblati sunnatan lillâhi taʼâlâ. Allâhu Akbar...

Artinya: "Saya niat salat sunah Nishfu Sya'ban dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala." Allâhu Akbar...

Bacaan Niat Sholat Nisfu Syaban 3

Salat sunah Nishfu Sya'ban ini sering dikerjakan oleh para ulama salaf, yang dinamakan dengan salat al-Khair (salat kebaikan). Juga dinamakan salat Lailatul Bara'ah. Mereka berkumpul pada malam itu dan ada kalanya dilaksanakan secara bersamaan. Karena itu, niatnya pun boleh seperti ini:

أُصَلَّى سُنَّةَ الْخَيْرِ فِي لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ.

Arab Latin: Ushallî sunnatal khairi fi lailati nishfi sya'bâna rak'ataini mustaqbilal qiblati lillâhi taʼâlâ. Allâhu Akbar...

Artinya: Saya niat salat sunah al-Khair pada malam Nishfu Sya'ban, dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala." Allahu Akbar...

أُصَلَّى سُنَّةً لَيْلَةَ الْبَرَاثَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ تَقَرُّبًا إِلَى اللَّهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرْ.

Arab Latin: Ushallî sunnatan lailatal barâ âti rak'ataini mustaqbilal qiblati taqarruban ilallâhi taâlâ. Allahu Akbar...

Artinya: Saya niat salat sunah malam pembebasan (dari kecelakaan dan kehinaan), dua rakaat dengan menghadap kiblat, semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah Taala." Allâhu Akbar...

Hukum Sholat Nisfu Syaban
Melansir laman NU Online, hukum sholat Nisfu Syaban masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama berpendapat bahwa sholat Nisfu Syaban termasuk bid'ah sehingga tidak dianjurkan untuk diamalkan. 
Sementara itu, ulama lainnya menilai bahwa ibadah pada malam Nisfu Syaban tidak termasuk bid'ah, selama dilakukan sebagai upaya menghidupkan malam tersebut dengan amalan-amalan sunnah.

Menyadur laman Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Haji Agus Salim Cikarang dalam artikel "Selayang Pandang Dalil Nisfu Syaban" disebutkan bahwa tidak terdapat sholat khusus bernama sholat Nisfu Syaban. Namun, pelaksanaan sholat sunnah, seperti sholat tahajud dan sholat sunnah lainnya, diperbolehkan apabila dilakukan pada malam Nisfu Syaban.

Meski demikian, ibadah tersebut sebaiknya tidak dikhususkan hanya pada malam Nisfu Syaban atau dikerjakan pada Nisfu Syaban saja, melainkan dikerjakan setiap hari.

Itulah tata cara sholat Nisfu Syaban, bacaan niat hingga hukumnya. Semoga bermanfaat! (*)

Sumber : detik

Editor : Redaksi

div data-type="_mgwidget" data-widget-id="1875513">